Selasa, 28 Oktober 2014 0 komentar

Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


A. Pertumbuhan Individu
Pengertian Individu
Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.

Berkaitannya antar individu dengan individu lainnya, maka menjadi lebih bermakna manusia apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku masa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu masayarakat. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya. Kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi masyarakat. (Hartomo, 2004: 64). Dengan demikian manusia merupakan mahluk individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga, tetapi merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan kecakapannya.
Individu mempunyai ciri-ciri memiliki suatu pikiran dan diri. Dimana individu sanggup menetapkan kenyataan, interprestasi situasi, menetapkan aksi dari luar dan dalam dirinya. Dapat diartikan sebagai proses komunikasi individu dalam berinteraksi dan berhubungan. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar individu tersebut ditandai dengan dimana individu tersebut berusaha menempatkan perilaku pada dirinya sesuai dengan norma dan kebudayaan lingkungan tersebut , seperti di Indonesia individunya menjunjung tinggi perilaku sopan santun dan beretika dalam bersosialisasi.
Individu selalu berada didalam kelompok, peranan kelompok tersebut adalah untuk mematangkan individu tersebut menjadi seorang pribadi. Dimana prosesnya tergantung terhadap kelompok dan lingkungan dapat menjadi faktor pendukung proses juga dapat menjadi penghambat proses menjadi suatu pribadi. Faktor pendukung dan faktor penghambat juga dapat berdasarkan individu itu sendiri.

Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya jumlah sel tubuh suatu organisme yang disertai dengan pertambahan ukuran, berat, serta tinggi yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali pada keadaan semula). Pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif, dimana suatu organisme yang dulunya kecil menjadi lebih besar seiring dengan pertambahan waktu.
Perkembangan adalah suatu proses differensiasi, organogenesis dan diakhiri dengan terbentuknya individu baru yang lebih lengkap dan dewasa. Perkembangan lebih bersifat kualitatif, dimana suatu organism yang sebelumnya masih belum matang dalam sistem reproduksinya (dewasa), menjadi lebih dewasa dan matang dalam sistem reproduksinya sehingga dapat melakukan perkembangbiakan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu, yaitu:
1. Faktor Biologis
Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang utuh seperti kepala, tangan, kaki, dan lainya. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada warisan biologis yang bersifat khusus. Artinya, setiap individu tidak semua ada yang memiliki karakteristik fisik yang sama.
2. Faktor Geografis
Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.
3. Faktor Kebudayaan Khusus
Perbedaan kebuadayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.
Dari semua faktor-faktor  di atas dan pengaruh dari lingkungan sekitar seperti keluarga dan masyarakat maka akan memberikan pertumbuhan bagi suatu individu. Seiring berjalannya waktu, maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.

B. Fungsi Keluarga
Pengertian Fungsi Keluarga
Keluarga adalah lembaga sosial dasar dari mana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat mana pun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu.
Keluarga dapat dibedakan menjadi dua, yakni keluarga batih atau keluarga inti (conjugal family) dan keluarga kerabat (consanguine family). Conjugal Family atau keluarga batih didasarkan atas ikatan perkawinan dan terdiri dari seorang suami, istri, dan anak-anak mereka yang belum kawin. Lain halnya dengan consanguine family. Keluarga hubungan kerabat sedarah atau consanguine family tidak didasarkan pada pertalian kehidupan suami istri, melainkan pada pertalian darah atau ikatan keturunan dari sejumlah orang kerabat.
Keluarga kerabat terdiri dari hubungan darah dari beberapa generasi yang mungkin berdiam pada satu rumah atau mungkin pula berdiam pada tempat lain yang berjauhan. “Kesatuan keluarga consanguine ini disebut juga sebagai extended family atau keluarga luas
Fungsi Keluarga.

Macam-macam Fungsi Keluarga
Terdapat beberapa fungsi keluarga diantaranya yaitu:
1.       Fungsi Pengaturan Keturunan
Dalam masyarakat orang telah terbiasa dengan fakta bahwa kebutuhan seks dapat dipuaskan tanpa adanya prekreasi (mendapatkan anak) dengan berbagai cara, misalnya kontrasepsi, abortus, dan teknik lainnya. Meskipun sebagian masyarakat tidak membatasi kehidupan seks pada situasi perkawinan, tetapi semua masyarakat setuju bahwa keluarga akan menjamin reproduksi. Karena fungsi reproduksi ini merupakan hakikat untuk kelangsungan hidup manusia dan sebagai dasar kehidupan sosial manusia dan bukan hanya sekadar kebutuhan biologis saja. Fungsi ini didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan sosial, misalnya dapat melanjutkan keturunan, dapat mewariskan harta kekayaan, serta pemeliharaan pada hari tuanya.
Pada umumnya masyarakat mengatakan bahwa perkawinan tanpa menghasilkan anak merupakan suatu kemalangan karena dapat menimbulkan hal-hal yang negatif. Bahkan ada yang berpendapat bahwa semakin banyak anak semakin banyak mendapatkan rezeki, terutama hal ini dianut oleh orang-orang Cina dan dihubungkan dengan keagamaan, karena semakin banyak anak semakin banyak yang memuja arwah nenek moyangnya.
2.       Fungsi Sosialisasi atau Pendidikan
Fungsi ini untuk mendidik anak mulai dari awal sampai pertumbuhan anak hingga terbentuk personalitynya. Anak-anak lahir tanpa bekal sosial, agar si anak dapat berpartisipasi maka harus disosialisasi oleh orang tuanya tentang nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Jadi, dengan kata lain, anak-anak harus belajar norma-norma mengenai apa yang senyatanya baik dan tidak layak dalam masyarakat. Berdasarkan hal ini, maka anak-anak harus memperoleh standar tentang nilai-nilai apa yang diperbolehkan dan tidak, apa yang baik, yang indah, yang patut, dsb. Mereka harus dapat berkomunikasi dengan anggota masyarakat lainnya dengan menguasai sarana-sarananya.
Dalam keluarga, anak-anak mendapatkan segi-segi utama dari kepribadiannya, tingkah lakunya, tingkah pekertinya, sikapnya, dan reaksi emosionalnya. Karena itulah keluarga merupakan perantara antara masyarakat luas dan individu. Perlu diketahui bahwa kepribadian seseorang itu diletakkan pada waktu yang sangat muda dan yang berpengaruh besar sekali terhadap kepribadian seseorang adalah keluarga, khususnya seorang ibu.
3.       Fungsi Ekonomi atau Unit Produksi
Urusan-urusan pokok untuk mendapatkan suatu kehidupan dilaksanakan keluarga sebagai unit-unit produksi yang seringkali dengan mengadakan pembagian kerja di antara anggota-anggotanya. Jadi, keluarga bertindak sebagai unit yang terkoordinir dalam produksi ekonomi. Ini dapat menimbulkan adanya industri-industri rumah dimana semua anggota keluarga terlibat di dalam kegiatan pekerjaan atau mata pencaharian yang sama. Dengan adanya fungsi ekonomi maka hubungan di antara anggota keluarga bukan hanya sekadar hubungan yang dilandasi kepentingan untuk melanjutkan keturunan, akan tetapi juga memandang keluarga sebagai sistem hubungan kerja.
Suami tidak hanya sebagai kepala rumah tangga, tetapi juga sebagai kepala dalam bekerja. Jadi, hubungan suami-istri dan anak-anak dapat dipandang sebagai teman sekerja yang sedikit, banyak juga dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan dalam kerja sama. Fungsi ini jarang sekali terlihat pada keluarga di kota dan bahkan fungsi ini dapat dikatakan berkurang atau hilang sama sekali.
4.       Fungsi Pelindung
Fungsi ini adalah melindungi seluruh anggota keluarga dari berbagai bahaya yang dialami oleh suatu keluarga. Dengan adanya negara, maka fungsi ini banyak diambil alih oleh instansi negara.
5.       Fungsi Penentuan Status
Jika dalam masyarakat terdapat perbedaan status yang besar, maka keluarga akan mewariskan statusnya pada tiap-tiap anggota atau individu sehingga tiap-tiap anggota keluarga mempunyai hak-hak istimewa. Perubahan status ini biasanya melalui perkawinan. Hak-hak istimewa keluarga, misalnya menggunakan hak milik tertentu, dan lain sebagainya. Jadi, status dapat diperoleh melalui assign status maupun ascribed status. Assigned Status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan lainnya. Sedangkan Ascribed Status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.
6.       Fungsi Pemeliharaan
Keluarga pada dasarnya berkewajiban untuk memelihara anggotanya yang sakit, menderita, dan tua. Fungsi pemeliharaan ini pada setiap masyarakat berbeda-beda, tetapi sebagian masyarakat membebani keluarga dengan pertanggungjawaban khusus terhadap anggotanya bila mereka tergantung pada masyarakat. Seiring dengan perkembangan masyarakat yang makin modern dan kompleks, sebagian dari pelaksanaan fungsi pemeliharaan ini mulai banyak diambil alih dan dilayani oleh lembaga-lembaga masyarakat, misalnya rumah sakit, rumah-rumah yang khusus melayani orang-orang jompo.
7.       Fungsi Afeksi
Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah kebutuhan kasih sayang atau rasa dicintai. Sejumlah studi telah menunjukkan bahwa kenakalan yang serius adalah salah satu ciri khas dari anak yang sama sekali tidak pernah mendapatkan perhatian atau merasakan kasih sayang. Di sisi lain, ketiadaan afeksi juga akan menggerogoti kemampuan seorang bayi untuk bertahan hidup.

C. Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Pengertian Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa Sanskerta yaitu  “kulawarga” “ras” dan “warga” yang berarti anggota adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Ada beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak, keluarga conjugal yang terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua. Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman, bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga adalah sebagai berikut:
Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih  abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktana, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama.

Golongan Masyarakat
1.    Masyarakat sederhana
Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas saat itu.

2.    Masyarakat Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan.

Perbedaan antara Kelompok Masyarakat Non Industri dan Industri
1. Masyarakat Non Industri
Kita telah tahu secara garis besar bahwa, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela. Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
b. Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan, keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya: partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah: Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91). Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.
2.     Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190). Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.

D. Hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
1.    Makna Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayahibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.

2.    Makna Keluarga
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan-hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
3.    Makna  Masyarakat
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala-gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok  atau anggota masyarakat.
4.    Hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.

E. Urbanisasi
Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk, Bedanya Migrasi penduduk lebih bermakna perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara atau tidak menetap. Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1.       Kehidupan kota yang lebih modern
2.       Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3.       Lapangan pekerjaan di kota yang lebih luas
4.       Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1.       Lahan pertanian semakin sempit
2.       Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3.       Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4.       Terbatasnya sarana dan prasarana di desa

Keuntungan Urbanisasi
1.       Memoderenisasikan warga desa
2.       Menambah pengetahuan warga desa
3.       Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4.       Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

Proses Terjadinya Urbanisasi
Pertama, pemerintah berkeinginan untuk sesegera mungkin meningkatkan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa meningkatnya penduduk daerah perkotaan akan berkaitan erat dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara. Data memperlihatkan bahwa suatu negara atau daerah dengan tingkat perekonomian yang lebih tinggi, juga memiliki tingkat urbanisasi yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Negara-negara industri pada umumnya memiliki tingkat urbanisasi di atas 75 persen. Bandingkan dengan negara berkembang yang sekarang ini. Tingkat urbanisasinya masih sekitar 35 persen sampai dengan 40 persen saja.

Kedua, terjadinya tingkat urbanisasi yang berlebihan, atau tidak terkendali, dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada penduduk itu sendiri. Ukuran terkendali atau tidaknya proses urbanisasi biasanya dikenal dengan ukuran primacy rate, yang kurang lebih diartikan sebagai kekuatan daya tarik kota terbesar pada suatu negara atau wilayah terhadap kota-kota di sekitarnya. Makin besar tingkat primacy menunjukkan keadaan yang kurang baik dalam proses urbanisasi. Sayangnya data mutahir mengenai primacy rate di Indonesia tidak tersedia.


Referensi :
http://ginadamar.wordpress.com/2012/10/23/tugas-ilmu-sosial-dasar-iii-pertumbuhan-individu/
http://www.pengertiandefinisi.com/2012/01/pengertian-pertumbuhan.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga
http://id.wikipedia.org/wiki/masyarakat
http://id.wikipedia.org/wiki/urbanisasi
Senin, 20 Oktober 2014 0 komentar

Kebudayaan dan Kepribadian

Kebudayaan dan Kepribadian

Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan di Indonesia
Di Indonesia, kebudayaan sudah sangat berkembang. Dahulu kala banyaknya pelancong-pelancong yang menyebabkan banyaknya kebudayaan di Indonesia. Tetapi kita harus kritis dan selektif dalam memilih kebudayaan yang datang itu. Karena jangan sampai kita menggeserkan kebudayaan lama yang sudah menjadi tradisi di negeri kita ini.

1.    Kebudayaan Hindu, Budha

Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat. Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll. Candi Borobudur merupakan candi termegah di Asia Tenggara dan pernah tercatat sebagai 10 keajaiban dunia.

2.    Kebudayaan Islam

Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke Indonesia tidak secara paksa. Melainkan dengan cara baik-baik, di samping itu disebabkan sikap toleransi yang dimiliki bangsa kita.

Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk. Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera Timur, Sumateraa Barat, dan Pesisr Kalimantan.

Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian terbesar penduduk Indonesia. Kebudayaan Islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian Bangsa Indonesia.

3.    Kebudayaan Barat
Selain dari pengaruh budaya asing pada masa lampau, perkembangan pesat era globalisasi saat ini semakin menekan proses akulturasi budaya, terutama pengaruh budaya Barat. Berbagai informasi melalui media cetak dan elektronik dengan sentuhan kemajuan teknologi modern mempercepat akses pengetahuan tentang budaya lain. Membawa perubahan sampai ke tingkat dasar kehidupan manusia di Indonesia.

Tak dapat dipungkiri, peradaban yang lebih maju akan banyak mempengaruhi peradaban yang berkembang belakangan. Sebagaimana agresivitas budaya Barat yang terus berproses dinamis dan teruji berpengaruh pada peradaban lain, terutama peradaban timur. Secara umum, perubahan kebudayaan sekarang ini disebabkan oleh perjuangan HAM (Hak Asasi Manusia), pelestarian alam dan lingkungan hidup, serta tuntutan peningkatan kualitas hidup. Lebih dari itu, kehadiran budaya Barat seakan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Kebiasaan dan pola hidup orang barat seakan menjadi cermin kemodernan. Hal ini jelas mengikis prilaku dan tindakan seseorang.

Hembusan pengaruh budaya Barat, dianggap sebagai ciri khas kemajuan dalam ekspresi kebudayaan kekinian. Padahal belum tentu sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi masyarakat sendiri. Keadaan ini terus mengikis budaya dan kearifan lokal yang menjadi warisan kebudayaan masyarakat nusantara. Nilai tradisional masyarakat perlahan mengalami kepunahan, tak mampu bersaing dengan derasnya publikasi budaya modern dalam konteks pergaulan masyarakat. Beberapa dampak yang dirasakan adalah dengan menurunnya rasa sosial dan tenggang rasa masyarakat, mengikisnya semangat kebhinekaan yang mengarah pada disintegrasi bangsa dan pelanggaran hukum, dan pola hidup individualisme dan konsumerisme yang bertentangan dengan sikap hidup sederhana. Kebebasan dan kesenangan hidup masyarakat Barat tidak selamanya positif. Banyak kalangan remaja yang sedang mencari jati diri tergusur oleh tren-tren yang tak henti diiklankan sebagai suatu gaya hidup yang menyenangkan dan mendunia. Banyak norma-norma masyarakat pribumi di Indonesia yang terkikis dalam keseharian generasi mudanya.


Sumber :
http://abiand.wordpress.com/tugas/1-penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan/

0 komentar

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan Penduduk



Perkembangan Penduduk Dunia dengan menggunakan tabel
Pada awal Masehi, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 200 juta jiwa. Pada tahun 1650 jumlahnya meningkat menjadi 550 juta jiwa. Dilihat dari laporan PBB, jumlah penduduk dunia sampai akhir 2002 telah mencapai 6.2 miliar jiwa. Dari jumlah tersebut, penduduk di negara-negara berkembang menjadi berjumlah ± 5 miliar jiwa.
Perkembangan secara umum penduduk dunia semakin besar dan diprediksikan pada suatu masa akan terjadi peledakan penduduk dunia karena banyaknya bayi yang lahir (baby boom). Kekhawatiran ini sudah mulai dipikirkan oleh para pemikir waktu diantaranya: Thomas Robert Malthus, Meadow, Warren Thompson dan Frank.



Faktor demografi yang mempengaruhi penambahan atau pertambahan penduduk di suatu daerah atau negara

1. Kelahiran (Natalitas)

Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Ø Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
Ø Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
Ø Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
Ø Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
Ø Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
Ø Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
Ø Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
Ø Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ø Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
Ø Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

2. Kematian (Mortalitas)
Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi di sini hanya dijelaskan dua jenis tingkat kematian saja yaitu :
A.   Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)
Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Secara dinyatakan tiap 1.000 orang. Berikut rumus tingkat kematian kasar :
Rumus: CDR = D/P x K
Keterangan :
CDR        : Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)
D             : Jumlah kematian
Pm         : Jumlah penduduk per pertengahan tahun
K             : Konstanta = 1000
Penduduk pertengahan tahun  dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :
1.  Pm    =    ½ (P )
2.  Pm    =     +
3.  Pm    =      -
Ø Pm  (1) =  Jumlah penduduk petengahan tahun
Ø Pm  (2) =  Jumlah penduduk pada awal tahun
Ø Pm  (3) =  Jumlah penduduk pada akhir tahun

B.    Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan. Umpama laki-laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki-laki umur 25 tahun. Orang laki-laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati daripada istri mereka yang berada di rumah. Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Berikut rumus tingkat kematian khusus :
Rumus: ASDRx = Dx/Px x 1000
Keterangan :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
Konstanta (k) = 1000

3. Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat yang lain dengan tujuan menetap. Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dan keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.
Faktor-faktor migrasi adalah sebagai berikut :
Persediaan sumber alam
Lingkungan sosial budaya
Potensi ekonomi
Alat masa depan
Macam-macam Migrasi

§  Migrasi lokal (Perpindahan dalam satu Negara)

Migrasi Internal merupakan perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari satu wilayah ke wilayah lainnya, tetapi masih dalam kesatuan negara. Dengan kata lain, migrasi internal merupakan perpindahan penduduk antar daerah di dalam negeri. Contohnya adalah perpindahan penduduk Medan ke Jakarta dan sebagainya. Migrasi Internal yang terdapat di Indonesia antara lain adalah urbanisasi dan transmigrasi.
Urbanisasi adalah proses pertambahan jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan. Pertambahan jumlah ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduk alami dan pertambahan penduduk yang masuk ke kota. Perpindahan penduduk perdesaan ke perkotaan merupakan salah satu aspek penyebab urbanisasi. Namun demikian, di beberapa kota, jumlah penduduk pendatang lebih banyak jika dibandingkan dengan pertumbuhan alami penduduk perkotaan itu sendiri. Oleh sebab itu, urbanisasi biasa diartikan sebagai perpindahan penduduk dari wilayah perdesaan ke wilayah perkotaan. Perpindahan penduduk perdesaan ke perkotaan terjadi karena adanya daya tarik dari perkotaan dan daya dorong dari perdesaan.

Daya tarik dari perkotaan yang menyebabkan penduduk tertarik untuk mendatanginya antara lain sebagai berikut :
• Lapangan kerja di perkotaan lebih banyak baik jumlah maupun jenisnya dibandingkan dengan daerah perdesaan.
• Upah bekerja di daerah perkotaan umumnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan upah di perdesaan.
• Fasilitas social seperti transportasi, pendidikan, tempat rekreasi dan perkotaan lebih mudah didapatkan dibandingkan dengan di perdesaan.
• Kehidupan perkotaan yang lebih bervariasi daripada kehidupan perdesaan.

Adapun daya dorong dari perdesaan yang menyababkan penduduk meninggalkan daerah asalnya antara lain sebagai berikut :
• Terbatasnya lapangan pekerjaan di perdesaan
• Terjadi musim paceklik didaerah perdesaan.
• Kepemilikan lahan pertanian yang semakin sempit.
• Kurangny fasilitas social yang terdapat di perdesaan.
• Kehidupan di perdesaan lebih monoton dibandingkan dengan perkotaan.

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya. Selama yang padat ke daerah yang jarang penduduknya. Selama ini perpindahan tersebut disponsori oleh pemerintah daerah yang padat penduduknya. Penduduk yang melakukan transmigrasi dinamakan transmigran.

Transmigrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan kependudukan nasional. Tujuan utama transmigrasi adalah menyebarkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang kurang padat. Selama 25 tahun, sekitar 6 juta penduduk telah dipindahkan dari wilayah Jawa, Madura, Bali dan Lombok ke pulau lain. Bagi daerah kritis, peran transmigrasi adalah untuk membantu mengurangi kerusakan lingkungan, mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan produktivitas daerah yang jarang penduduknya. Jadi, secara umum program transmigrasi memiliki dampak positif bagi pembangunan nasional maupun daerah. Transmigrasi tidak hanya merupakan upaya untuk memindahkan penduduknya. Transmigrasi juga memberikan sumbangan yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pendapatan per kapita. Selain itu, melalui program transmigrasi persatuan nasional dapat diperkokoh.

Secara umum tujuan transmigrasi antara lain adalah untuk :
• Mengembangkan daerah – daerah permukiman baru yang relatif jarang penduduknya.
• Meratakan persebaran penduduk agar seimbang di setiap wilayah.
• Mendorong pembangunan daerah dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang lebih baik guna tujuan pembangunan.
• Meningkatkan kesejahteraan dan standar hidup transmigran.

Berdasarkan penyababnya, transmigrasi dapat dibedakan atas 2 kelompok, yaitu transmigrasi umum dan transmigrasi spontan.
Transmigrasi Umum merupakan perpindahan penduduk yang diorganisasi oleh pemerintah. Transmigran diberi lahan untuk diolah, keperluan bercocok tanam, bahkan biaya hidup sebelum tanah yang diolah menghasilkan. Selain itu, sebelum berangkat ke daerah tujuan transmigran umumnya dibekali berbagai keterampilan.

Transmigrasi Spontan merupakan perpindahan penduduk yang dilakukan atas inisiatif sendiri. Dalam hal ini pemerintah hanya merestui dan member izin untuk membuka lahan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.


§  Migrasi Internasional (Perpindahan antar Negara)

Migrasi Internasional terjadi jika perpindahan penduduk dilakukan melewati batas Negara. Dengan demikian, perpindahan yang terjadi adalah perpindahan antarnegara. Misalnya perpindahan penduduk Indonesia ke Amerika Serikat dan sebagainya.

Migrasi Internasional dilakukan oleh penduduk akrena beberapa factor. Diantaranya bekerja, melanjutkan sekolah, terjadi peperangan di negara asal atau terjadi krisis ekonomi di Negara asalanya. Migrasi Internasional dibatasi oleh berbagai aturan yang ketat tentang keimigrasian di masing-masing negara tujuan. Hal ini dilakukan terutama oleh negara – negara maju untuk menekan laju pendatang yang dapat mengganggu stabilitas negara tersebut.

Migrasi Internasional dapat terjadi dalam 2 cara, yaitu migrasi ke luar (emigrasi) dan migrasi masuk (imigrasi). Penduduk yang melakukan imigrasi disebut imigran. Adapun penduduk yang melakukan emigrasi disebut emigrant.

Proses Migrasi
§  Migrasi lokal terjadi apabila di suatu pulau telah kelebihan penduduk dan atau terjadi bencana alam yang dahsyat sehingga tempat tinggalnya tidak dapat dihuni lagi. Atau terjadi konflik yang mengharuskan penduduk tersebut pindah ke pulau lain.
§  Migrasi internasional biasa terjadi ketika di Negara tersebut sedang terjadi peperangan,  konflik, kekacauan politik yang terjadi di negaranya, atau terjadi kekurangan pangan sehingga memaksa penduduk tersebut bermigrasi ke Negara lain.

Akibat Migrasi
A. Urbanisasi (migrasi dari desa ke kota) walaupun urutannya sangat kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk secara keseluruhan. Para urbanit kebanyakan terdiri dari golongan umur muda yang sangat produktif serta banyak inisiatifnya.
B. Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka yang berumur produktif dan kreatifitas tinggi. Hal tersebut memungkinkan tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar Jawa. Di DKI Jakarta sebagai akibat dari adanya migrasi interegional pertumbuhannya menjadi sangat cepat.
C. Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk (immigrasi) hanya ada 0,61% dan migrasi ke luar (emigrasi) hanya sebesar o,57% per tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia. Walaupun migrasi dapat terjadi dalam dimensi nasional, regional, dan internasional, namun dipandang dari sudut sosiologi tidak ada perbedaan dasar antara migrasi nasional dan internasional (emigrasi dan imigrasi).
Struktur Penduduk
– Jumlah penduduk
– Persebaran penduduk
– Komposisi penduduk
– Bentuk Piramida

Terdapat 3 bentuk piramida yaitu :
1.    Piramida Stasioner
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran dan angka kematian yang sama-sama rendah (seimbang). Contohnya adalah negara-negara Eropa Barat.
2.    Piramida Muda
Suatu wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda.
Contohnya adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia, Filipina, dan India.
3.    Piramida Tua
Suatu wilayah memiliki angka kelahiran yang menurun dengan cepat dan tingkat kematian yang rendah. Piramida ini juga dicirikan dengan jumlah kelompok umur muda lebih sedikit dibanding kelompok umur tua. Contohnya adalah negara-negara yang sudah maju, misalnya Amerika Serikat.

Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun.


Sumber :
§  http://abiand.wordpress.com/tugas/1-penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan/

Minggu, 19 Oktober 2014 0 komentar

Macam-Macam Bentuk Pensortiran Algoritma

Macam-Macam Bentuk Pensortiran Algoritma


Nama             : Irfan Fadhil
NPM              : 55414434
Kelas              : 1IA17
Mata Kuliah  : Algoritma & Pemrograman 1A
Dosen             : Kunto Bayu A. ST.


Sorting / pengurutan biasanya dilakukan untuk tujuan mempermudah pencarian. Pengurutan data baik dari segi ascending (dari nilai terkecil ke terbesar) atau descending (dari nilai terbesar ke terkeci). Ketika akan melakukan sortir di komputer, maka hal-hal yang akan mempertimbangkan, meliputi :
1. Perlu tidaknya data disortir
2. Besarnya atau banyaknya data yang akan disortir
3. Kemampuan atau kapasitas computer atau media penyimpanan data
4. Metode sortir
Teknik sortir sangat erat kaitannya dengan proses perbandingan dan penukaran tempat antar elemen data. Waktu terbaik akan diperoleh ketika susunan elemen datanya sudah sama dengan susunan yang diinginkan melalui sortirnya. Waktu terburuk akan didapatkan ketika susunan elemen – elemen datanya terbalik dari susunan yang dikehendaki sortirnya. Waktu rata-rata diperoleh dengan memperhitungkan berbagai susunan bentuk elemen-elemen datanya.

Macam-macam bentuk pensortiran :

1. Bubble Sort

Bubble Sort atau metode gelembung adalah metode pengurutan dengan cara melakukan penukaran data dengan tempat disebelahnya jika data sebelum lebih besar dari pada data sesudahnya secara terus menerus sampai bisa dipastikan dalam satu iterasi tertentu tidak ada lagi perubahan, atau telah terurut dengan benar. Jika tidak ada perubahan berarti data sudah terurut. Disebut pengurutan gelembung karena masing-masing kunci atau data akan dengan lambat menggelembung atau membandingan data ke posisinya yang tepat.

Metode ini mudah dipahami dan diprogram, tetapi bila dibandingkan dengan metode lain yang kita pelajari, metode ini merupakan metode yang paling tidak efisien karena memiliki banyak pertukara sehingga memerlukan pengalokasian memori yang besar untuk menjalankan metode ini.

Kelebihan Bubble sort :
- Metode Bubble sort adalah metode yang paling simpel
- Metode Bubble sort mudah dimengerti algoritmanya

Contoh Program Bubble Sort :

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void Selsort(int X[], int SIZE)
{
int pos,small,temp;
for (int i=0; i<SIZE-1; i++) {
small=X[i];
for (int j=i+1; j<SIZE; j++)
{
if (X[j]<small)
{small=X[j];
    pos=j;}
    }
    temp=X[i];
    X[i]=X[pos];
    X[pos]=temp;
    } }
    void main(void)
    { clrscr();
    int A[10];
    int size;
    cout<<"\n Enter array size :";
    cin>>size;
    cout<<"\n Enter array elements :";
    for (int i=0; i<size; i++)
    {
    cin>>A[i];
    }
    Selsort(A,size);
    cout<<"\n The sorted array is as shown below :";
    for (int l=0; l<size; l++)
    {cout<<A[l];}
    getch();
    }

Contoh Gambar Cara Kerja Bubble Sort :


2. Selection Sort

Selection Sort adalah metode yang digunakan dengan cara memilih data yang akan diurutkan menjadi dua bagian, yang belum diurutkan, dan meja yang telah diurutkan. Elemen pertama yang diambil dari bagian array yang belum diurutkan dan kemudian diletakan pada posisinya sesuai dengan bagian lain array yang telah di urutkan. Tahapan ini dilakukan secara berulang-ulang hingga tidak ada lagi elemen yang tersisa pada bagian array yang belum diurutkan.

Contoh Program Selection Sort :
#include <conio.h>
#include <stdio.h>
void tampilkan_larik(int data[], int n)
{
int i;
for (i=0;i<n;i++)
cout<<data[i]<<"  ";
cout<<endl<<endl;
}


void selection_sort(int data[], int n)
{
int posmin, posawal, j, tmp;

for(posawal=0;posawal<n-1;posawal++)
    {
   posmin=posawal;
   for (j=posawal+1;j<n;j++)
       if(data[posmin]>data[j])
          posmin=j;

         //tukarkan
           tmp=data[posawal];
         data[posawal]=data[posmin];
         data[posmin]=tmp;

      cout<<"\n Hasil ketika Posawal = "<<posawal<<" : ";
      tampilkan_larik(data,n);

   }
}

int main ()
{
int data[50], i,n;
cout<<"\n@ SIMULASI SELECTION SORT @\n\n\n";
cout<<"=========================================\n";
cout<<"      masukkan banyak data : ";
cin>>n;


clrscr();
for (int a=0;a<n;a++)
    {
   cout<<"\n   masukkan data ke "<<a<<" : ";
   cin>>data[a];
   }
selection_sort(data,n);

//hasil pengurutan

cout<<"\n\n  hasil pengurutan : \n\n";
cout<<"  "; tampilkan_larik(data,n);
cout<<"\n SORTING SELESAI...................";
getch();
clrscr();
cout<<"-----------------------";
cout<<"by: hamba Allah, 2014";
cout<<"-----------------------";
getch();
return 0;
}

Contoh Gambar Cara Kerja Selection Sort :


3. Insertion Sort

Insertion Sort adalah Metode Literasi (pengulangan) yang menginsert atau menyisipkan setiap elemen ketempat yang sesuai(setelah dibandingkan dengan elemen kiri dan kanannya) atau kita bisa mengumpamakan metode ini seperti bermain kartu, yaitu satu demi satu akan menginsert ketempat yang sesuai.

Contoh Program Insertion Sort :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>

#define ELEMENTS 6
void insertion_sort(int x[], int length){
    int key, i;
   for(int j=0; j<length;j++){
            key=x[j];
            i=j-1;
            while(x[i]>key&&i>=0){
                x[i+1]=x[i];
                i--;
            }
            x[i+1]=key;
   }

}

int main(){
    int A[ELEMENTS]={9,2,7,5,4,3};
   int x;
   cout<<"array yang belum di sort:";
   for(x=0;x<ELEMENTS;x++){
           cout<<A[x];
   }
   cout<<endl;
   insertion_sort(A,ELEMENTS);
   cout<<"Array yang sudah di sort:";
   for(x=0;x<ELEMENTS;x++){
           cout<<A[x];
   }
   getch();
   return 0;
}

Contoh Gambar Cara Kerja Insertion Sort :


4. Quick Sort

Quick Sort adalah Metode yang dimulai dengan menscan daftar yang disortir untuk nilai median. Nilai ini yang disebut tumpuan atau (pivot), kemudian dipindahkan ke satu sisi pada daftar dan butir-butir yang nilainya lebih besar dari tumpuan di pindahkan ke sisi lain.

Contoh Program Quick Sort :

#include <iostream.h>
#include <conio.h>
#define max 20

void quick_sort(int darr[max], int lb, int ub)
{
  int a;
   int up,down;
   int temp;

   if (lb>=ub)
    return;
   a=darr[lb];
   up=ub;
   down=lb;

   while (down < up)
   {
     while (darr[down] <= a)
       down++;
      while (darr[up]>a)
       up--;
      if(down<up)
      {
        temp=darr[down];
         darr[down]=darr[up];
         darr[up]=temp;
      }
   }
   darr[lb]=darr[up];
   darr[up]=a;

   quick_sort(darr,lb,up-1);
   quick_sort(darr,up+1,ub);
}

void main()
{
  int arr[max];
   int i,n,lb,ub;
   lb=0;

   cout<<"Masukkan banyak data yang ingin diurut: ";
   cin>>n;

   ub=n;
   cout<<"Masukkan data-datanya: \n\n";
   for(i=1;i<=n;i++)
   {
     cout<<"\tdata ke- "<<i<<" : "; cin>>arr[i];
   }

   quick_sort(arr,lb,ub);
   cout<<"\nHasil pengurutan data: ";
   for(i=0; i<n;i++)
    cout<<" "<<arr[i];

   cout<<"\n\nTekan sembarang tombol untuk keluar ";
   getch();
}

Contoh Gambar Cara Kerja Quick Sort :


4. Merge Sort 

Merge Sort adalah metode yang digunakan untuk menyusun daftar dengan cara membagi daftar menjadi dua bagian yang lebih kecil. Kemudian kedua daftar yang baru tersebut disusun secara terpisah dan diurutkan masing-masing. Kemudian hasil sortir dari setiap bagian tersebut digabungkan dan diurutkan lagi hingga menghasilkan urutan yang sudah tersortir.
Intinya menggabungkan dua array yang sudah tersortir yaitu array A dan array B kemudian membuat array ketiga yaitu array C yang berguna untuk menampung nilai-nilai elemen dari array A dan array B. Menurut keefektifannya, algoritma ini bekerja dengan tingkat keefektifan O(nlog(n)).

Contoh Program Merge Sort :

#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>

int data[100];

int d,e;


void mergeSort(int awal, int mid, int akhir)
{
    cout<<endl;
    int temp[100], tempAwal = awal, tempMid = mid, i = 0;
    while(tempAwal < mid && tempMid < akhir)
    {
        if(data[tempAwal] < data[tempMid])
            temp[i] = data[tempAwal],tempAwal++;
        else
            temp[i] = data[tempMid],tempMid++;
        i++;
    }
    while(tempAwal < mid)
        temp[i] = data[tempAwal],tempAwal++,i++;
    while(tempMid < akhir)
        temp[i] = data[tempMid],tempMid++,i++;
    for(int j=0,k=awal;j<i,k<akhir;j++,k++)
        cout<<data[k]<<' '<<temp[j]<<endl, data[k] = temp[j];
}

void merge(int awal, int akhir)
{
    if(akhir-awal != 1)
    {
        int mid = (awal+akhir)/2;
        merge(awal, mid);
        merge(mid, akhir);
        mergeSort(awal, mid, akhir);
    }
}

int main()
{
    int d,e;
    int n;
    cout<<"Masukan banya data = ";cin>>n;
    cout<<"Masukan data yang akan di susun = ";
    for(int i=0;i<n;i++)
        cin>>data[i];
    merge(0,n);
    for(int i=0;i<n;i++)
        cout<<data[i]<<' ';
    getch();
    return 0;
    scanf("%d", d,e);
}
  
Contoh Gambar Cara Kerja Merge Sort :



5. Heap Sort

Heap Sort adalah Metode pengurutan data berdasarkan perbandingan.Walaupun metode ini lebih lambat daripada quick sort tapi heap sort memiliki keunggulan tersendiri yaitu pada kasus terburuknya adalah n log n.Heap Sort ini mengurutkan isi suatu larik masukan denganmemandang larik masukan sebagai suatu Complate Binary Tree(CBT).Lalu CBT ini dapat dikonversi menjadi suatu heap tree.Dan akhirnya CBT akan diubah menjadi suatu Priority Queue.

Contoh Program Heap Sort :

#include <iostream.h>
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void read(int a[10],int n)
{
    cout<<"reading\n";
    for(int i=0;i<n;i++)
        cin>>a[i];
}
void display(int a[10],int n)
{
    for(int i=0;i<n;i++)
        cout<<a[i]<<"\t";
}
void shellsort(int a[10],int n)
{
    int gap=n/2;
    do
    {
        int swap;
        do

        {
            swap=0;
            for(int i=0;i<n-gap;i++)
                if(a[i]>a[i+gap])
                {
                    int t=a[i];
                    a[i]=a[i+gap];
                    a[i+gap]=t;
                    swap=1;
                }
        }
        while(swap);
    }
    while(gap=gap/2);
}
void main()
{
    int a[10];
    int n;
    clrscr();
    cout<<"enter n\n";
    cin>>n;
    read(a,n);
    cout<<"before sorting\n";
    display(a,n);
    shellsort(a,n);
    cout<<"\nafter sorting\n";
    display(a,n);
    getch();
}

Contoh Gambar Cara Kerja Heap Sort :


7. Bucket Sort

Bucket sort adalah algoritma sorting yang bekerja dengan partisi array ke dalam jumlah terbatas sort. Setiap kotak ini kemudian diurutkan secara individual,baik menggunakan algoritma sorting yang berbeda ,atau dengan menerapkan algoritma bucket sort. Variasi dari metode ini disebut semacam hitungan tunggal buffered lebih cepat dan membutuhkan waktu sekitar yang sama untuk berjalan pada set data.

Contoh Program Bucket Sort :

#define NUMELTS 100
#include <stdio.h>
#include <iostream.h>

class element
{
public:
    int value;
    element *next;
    element()
    {
    value=NULL;
    next=NULL;
    }
};

class bucket
{
public:
element *firstElement;
bucket()
{
firstElement = NULL;
}
};

void main()
{
    int lowend=0;
    int highend=100;
    int interval=10;
    const int noBuckets=(highend-lowend)/interval;
    bucket *buckets=new bucket[noBuckets];
    bucket *temp;

    for(int a=0;a<noBuckets;a++)
    {
        temp=new bucket;
        buckets[a]=*temp;
    }

    cout<<"--------The Elements to be Sorted using Bucket sort are ------------------\n";
    int array[]={12,2,22,33,44,55,66,77,85,87,81,83,89,82,88,86,84,88,99};

    for(int j=0;j<19;j++)
    {
    cout<<array[j]<<endl;
    element *temp,*pre;
    temp=buckets[array[j]/interval].firstElement;
        if(temp==NULL)
        {
            temp=new element;
            buckets[array[j]/interval].firstElement=temp;
            temp->value=array[j];
        }
        else
        {
            pre=NULL;
                while(temp!=NULL)
                   {
               if(temp->value>array[j])
                   break;
                   pre=temp;
                   temp=temp->next;
                   }
                if(temp->value>array[j])
                {
                    if(pre==NULL)
                    {
                        element *firstNode;
                        firstNode=new element();
                        firstNode->value=array[j];
                        firstNode->next=temp;
                        buckets[array[j]/interval].firstElement=firstNode;
                    }
                    else
                    {
                        element *firstNode;
                        firstNode=new element();
                        firstNode->value=array[j];
                        firstNode->next=temp;
                        pre->next=firstNode;
                    }
                }
                else
                {
                    temp=new element;
                    pre->next=temp;
                    temp->value=array[j];
                }

        }
 }

    cout<<"------------------------The Sorted Elements Are---------------\n";
    for(int jk=0;jk<10;jk++)
    {
        element *temp;
        temp= buckets[jk].firstElement;
            while(temp!=NULL)
            {
                cout<<"*"<<temp->value<<endl;
                temp=temp->next;
            }
    }
    cout<<"--------------------------------END--------------------------------\n";

}

Contoh Gambar Cara Kerja Bucket Sort :



8. Shell Sort

Shell Sort adalah Metode yang mengacu pada algoritma sorting dimana data didistribusikan dari input untuk struktur peralihan beberapa yang kemudian dikumpulkan dan ditempelkan pada output.

Contoh Program Shell Sort :

#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#define n 10

class shellsort{
  static int A[n];
public:
  void InsSort(int start, int step);
  void ShellSort();
  void tampil();
};

int shellsort::A[n]={20,23,120,56,78,50,12,89,10,12};

void shellsort::InsSort(int start, int step)
{
  int i,j,y;
  bool ketemu;

  i=start+step;
  while(i<=n)
  {
     y=A[i];
     j=i-step;
     ketemu=false;
     while((j>=0)&&(!ketemu))
     {
        if(y<A[j])
        {
           A[j+step]=A[j];
           j=j-step;
        }
        else
           ketemu=true;
     }
     A[j+step]=y;
     i=i+step;
  }

}

void shellsort::ShellSort()
{
   int step,start;
   step=n;
   while(step>1)
   {
      step=step/3+1;
      for(start=1;start<=step;start++)
             shellsort::InsSort(start,step);
   }
}

void shellsort::tampil(){
for(int a=0;a<10;a++)
    {
       cout<<A[a]<<" ";
    }
    cout<<endl<<endl;
}

void main()
{
    shellsort x;
    cout<<"PENGURUTAN SHELL"<<endl<<endl;
    cout<<"Sebelum diurut : "<<endl<<"A = ";
    x.tampil();
    x.ShellSort();
    cout<<"Setelah diurut : "<<endl<<"A = ";
    x.tampil();
    getch();
}


Contoh Gambar Cara Kerja Shell Sort :



9. Radix Sort

Radix Sort adalah salah satu algoritma Non-Comparasion Sort (pengurutan tanpa pembandingan).Proses yang dilakukan dalam metode ini adalah mengklasifikasikan data sesuai dengan kategori terurut yang tertentu, dan tiap kategori dilakukan pengklasifikasian lagi,dan seterusnya sesuai kebutuhan, lalu subkategori tersebut digabungkan kembali. Metode ini pertama kalinya mengurutkan nilai-nilai input berdasarkan radix pertamanya,lalu pengurutan dilakukan bersarkan radix keduanya,dan begitu seterusnya. Pada sistem desimal radix adalah digit dalam angka desimal.

Contoh Program Radix Sort :

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <stdlib.h>
kekosongan radix (int a [], int n, int m){

typedef struct simpul
{
int data;
struct simpul * berikutnya;
NODE};

Node * ptr, * awal, * prev;
Node * depan [10], * belakang [10];
int k = 1, i, j, y, p;;
/ * Membuat linked list awal * /
mulai = NULL;
for (i = 0; i <n; + + i)
{
ptr = (Node *) malloc (sizeof (NODE));
ptr-> data = a [i];
ptr-> next = NULL;
if (mulai == NULL)
start = ptr;
lain
prev-> next = ptr;
prev = ptr;
}

/ * Radix sort * /

for (i = 1; i <= m; + + i)
{
for (j = 0; j <10; + + j)
depan [j] = NULL;
/ * Menempatkan elemen ke antrian * /
ptr = mulai;
sementara (ptr! = NULL)
{Y = ptr-> data / k% 10 ;/ * y adalah angka * /
jika (depan [y] == NULL)
{
depan [y] = ptr;
belakang [y] = ptr;
}
lain
{
belakang [y] -> next = ptr;
belakang [y] = ptr;
}

ptr = ptr-> next;
}

mulai = NULL;
for (j = 0; j <10; + + j)
jika (depan [j] = NULL!)
{
if (mulai == NULL)
start = depan [j];
lain belakang [p] -> next = depan [j];
p = j;
}
belakang [p] -> next = NULL;
k = k * 10;
}
/ * Menyalin kembali ke array * /
ptr = mulai;
for (i = 0; i <n; + + i, ptr = ptr-> berikutnya)
a [i] = ptr-> data;

}

void main ()
{
int a [100], n, i, m;
suhu arang;
melakukan
{
clrscr ();
printf ("=========================== RADIX SORT ================== ========================= \ n ");
printf ("ENTER JUMLAH ANGKA DAN JUMLAH DIGIT \ n");
scanf ("% d% d", & n, & m);
printf ("ENTER UNSUR \ n");
for (i = 0; i <n; + + i)
scanf ("% d", & a [i]);
radix (a, n, m);
printf ("daftar diurutkan \ n");
for (i = 0; i <n; + + i)
printf ("% d", a [i]);
printf ("\ nAnda ingin melanjutkan [y / n]? \ n");
scanf ("% c", & temp);


} Sementara (temp == 'y' | | temporer == 'Y');
printf ("\ n --------------------------------------------- ------------------------------------ \ n ");
getch ();
}


Contoh Gambar Cara Kerja Radix Sort :




Referensi :
http://includeryokom.blogspot.com/2012/04/jenis-jenis-penyortiran-beserta.html
http://firmanhidayat987.wordpress.com/2013/02/21/macam-macam-algoritma/

 
;